Barangkali sejak kita bangun tidur sampai kita
tidur lagi, konsep sistem antrian terjadi dari satu kejadian ke kejadian
lainnya. Ketika kita ingin ke kamar mandi, kita harus antri dengan anggota
keluarga lainnya. Ketika berangkat sekolah kendaraan antri menunggu giliran
untuk jalan baik karena macet maupun karena lampu lalu lintas. Menuju ke
ruangan di kantor kita antri lagi di depan lift. Begitu seterusnya sampai kita
pulang ke rumah di sore atau malam hari antri juga untuk mendapatkan makan
malam, menunggu bis, menunggu obat di apotek dsb. Secara khusus sistem antrian
dapat kita temui dengan mudah dalam sebuah sistem layanan (service system).
Pertanyaannya, apa yang dapat kita pelajari dalam sistem antrian ini?
Bagi sebagian masyarakat
kita, antrian sudah dianggap biasa karena terjadi pada hampir setiap sistem
layanan. Begitu biasanya sampai-sampai kita sudah tidak peka lagi apa yang
harus kita lakukan ketika menghadapi sistem dengan antriannya kecuali bersabar.
Padahal dengan mempelajari sistem antrian, kita dapat memperoleh informasi
penting sehingga sistem tersebut dapat dikelola dengan baik. Beberapa hal yang
harus kita jawab dalam mempelajari sistem antrian adalah:
1. Berapa lama rata-rata waktu yang dibutuhkan oleh
seseorang untuk menunggu sampai dilayani? Kalau pertanyaan ini dapat kita
ketahui, maka kita dapat membandingkannya dengan berapa lama tingkat kesabaran
orang dalam menunggu. Misalnya orang pada umumnya masih mentolerir jika
menunggu antrian di depan teller suatu bank tidak lebih dari 10 menit. Jika
sistem yang kita miliki atau pelajari ternyata menyebabkan orang harus
menunggu lebih dari 10 menit, maka siap-siaplah orang tidak akan datang lagi ke
sistem tersebut.
2. Berapa banyak orang yang akan menunggu dalam
sistem? Pertanyaan ini penting untuk penyedia jasa agar dapat menghitung berapa
kebutuhan ruang yang diperlukan bagi mereka yang menunggu. Bukankah kita juga
merasa gerah jika menunggu di tempat yang kurang nyaman, harus berdiri, apalagi
sempit? Hal ini juga terkait dengan berapa banyak fasilitas yang harus kita
sediakan agar ketika menunggu orang merasa nyaman, atau dengan kata lain orang
dibuat menjadi tidak merasa sedang menunggu.
3. Berapa utilitas dari layanan yang diberikan?
Bukan sesuatu yang aneh jika setiap orang yang melayani selalu merasa bebannya
sangat berat sehingga perlu dibantu orang lain (tambahan operator misalnya).
http://manajemenoperasional.com/model-antrian-mengapa-kita-perlukan/
0 komentar:
Posting Komentar