Sebelum masuk ke dalam bahasan bagaimana
menganalisis sistem antrian dengan model antrian yang ada, kita perlu mengenal
dulu karakteristik dari suatu sistem antrian. Paling tidak ada 3 elemen dasar
dalam suatu sistem antrian, yaitu kedatangan (arrival), struktur
antriannya, dan layanan (service) yang diberikan. Mari kita lihat
satu-per satu
1. Kedatangan (arrival)
Suatu antrian mungkin terjadi karena adanya
kedatangan.Faktor kedatangan ini dapat dilihat dari sumbernya, perilakunya,
tingkat kesabaran, ataupun besarannya. Sumber kedatangan dapat berasal dari
populasi yang tak terbatas (unlimited atau infinite) seperti
kendaraan yang akan mengisi bahan bakar di pompa bensin, atau dapat pula
berasal dari populasi yang terbatas (limited atau finite)
seperti mesin-mesin atau fasilitas yang perlu dirawat dalam sebuah organisasi.
Kedatangan dapat juga dilihat dari pola distribusinya yang umumnya terjadi
secara acak dengan distribusi poisson. Dari tingkat kesabaran orang
yang datang, maka ada tipe orang yang langsung pergi ketika melihat panjangnya
antrian (balking), ada juga orang yang mencoba antri tapi kemudian
juga pergi karena tidak sabar (reneging), dan ada orang yang
berpindah-pindah dari satu antrian ke antrian lain karena ingin dilayani lebih
cepat (jockeying). Terakhir, kedatangan dapat terjadi secara tunggal (single)
atau pun secara bersamaan (batch). Faktor-faktor ini perlu kita
perhatikan karena masing-masing membutuhkan analisis yang berbeda.
2. Struktur Antrian
Yang dimaksud dalam struktur ini ada beberapa hal,
diantaranya: panjang antriannya, jumlah baris antrian, dan disiplin dalam
antrian. Panjang antrian perlu dipertimbangkan khususnya untuk populasi
yang tak terbatas karena akan memakan banyak tempat. Perlu dipikirkan bagaimana
alur antriannya agar disesuaikan dengan ruang yang tersedia, apakah berbentuk
garis lurus atau kah melengkung. Jumlah baris antrian dapat berupa banyak baris
(jalur) seperti di supermarket atau satu jalur dengan banyak server. Disiplin
antrian menunjukkan bagaimana prioritas diberikan kepada para pelanggan.
Umumnya menggunakan FCFS (First COme First Served), tetapi mungkin juga LCFS
(Last Come First Served) seperti barang-barang di gudang.
3. Layanan (service)
Untuk faktor layanan, rancangan sistem antrian
dapat dilihat dari tahapan antrian dan jumlah fasilitas pelayanannya (server).
Tahapan antrian mungkin hanya 1 tahap selesai, tetapi dimungkinkan juga
beberapa tahapan layanan. Sedangkan jumlah server bisa hanya satu tetapi juga
bisa banyak. Dengan demikian kombinasi dari kedua aspek ini memungkinkan
terbentuknya sistem dengan 1 tahap 1 server, 1 tahap multi server, multi tahap
1 server, atau multi tahap multi server. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam
aspek layanan ini adalah distribusi waktu layanan. Seperti halnya waktu kedatangan,
waktu layanan pun berdistribusi acak. Biasanya pola distribusi acak waktu
layanan dapat didekati dengan distribusi eksponensial.
0 komentar:
Posting Komentar