Sebuah sistem operasi
yang baik mempunyai suatu pengendalian atas proses yang dilakukan. Tugas
manajemen operasi bukan hanya membuat sistem-sistem, namun juga memastikan
sistem tersebut memenuhi standar dengan inspeksi.Inspeksi ialah suatu cara memastikan operasi telah mencapai kualitas yang
diharapkan.
Inspeksi
meliputi pengukuran, perasaan, perabaan, penimbangan, atau pemeriksaan produk
dengan tujuan menemukan proses yang buruk sesegera mungkn. Perlu diingat,
inspeksi tidak memperbaiki kekurangan dalam sistem atau atau cacat pada produk
atau mengubah suatu produk dan meningkatkan nlainya. Inspeksi hanya berfungsi
menemukan kekurangan atau cacat.
Inspeksi utamanya
berfokus pada dua masalah besar, yaitu (1)
Kapan inspeksi dilakukan dan (2) Dimana inspeksi dilakukan. Memutuskan kapan dan
dimana inspeksi dilakukan bergantung pada jenis proses dan nilai tambah pada
setiap tahap. Inspeksi dapat dilakukan pada salah satu tuitik berikut:
1. Di
pabrik pemasok saat pemasok melakukan proses produksi
2. Saat
menerima produk dari pemasok (supplier)
3. Sebelum
melakukan proses yang mahal dan tidak dapat dikembalikan
4. Selama
tahap-tahap proses produksi
5. Saat
produk selesai dibuat
6. Sebelum
pengantaran ke konsumen
7. Pada
titik kontak dengan pelanggan
Meski
begitu, inspeksi bukanlah solusi sempurna yang tidak memiliki kekurangan. Pada
suatu percobaan, 110 produk cacat digabungkan dengan lot produk yang sempurna
kemudian dilakukan inspeksi. Hasilnya, pada inspeksi pertama, pengawas hanya
menemukan 68 barang cacat, tiga kali tahap inspeksi untuk menemukan 30 barang
cacat berikutnya, dan 2 barang cacat tidak pernah ditemukan. Karena itu, proses
yang baik dan pemberdayaan pekerja merupakan solusi yang lebih baik daripada
melakukan inspeksi.
Inspeksi
terbaik adalah inspeksi yang dilakukan pada sumber produksi. Hal ini disebut
inspeksi sumber. Idenya adalah setiap pemasok, proses, dan pekerja
memperlakukan langkah berikutnya dalam proses sebagai pelanggan sehingga
memastikan produknya tiba dengan sempurna di pelanggan sebenarnya.
Inspeksi dapat dibantu
dengan dengan penggunaan daftar periksa dan pengendalian seperti perangkat yang
aman dari kesalahan yanag disebut poka-yoke. Poka-yoke adalah
alat atau teknik bebas kesalahan yang memastikan produksi produk yang baik
setiap saat. Contohnya mulut selang pompa bensin, ukuran standar kartos kentang
gorang di McDonald’s, dan perlatan paket operasi di rumah sakit.
Pada organisasi
berorientasi jasa, titik inspeksi ditetapkan pada lokasi yang luas. Inspeksi
terbagi dua berdasarkan karakteristik kualitas. Inspeksi
atribut adalah
inspeksi yang menggolongkan barang cacat atau baik tanpa mencantumkan
keterangan derajat kecatatan. Inspeksi
variabel adalah
inspeksi yang menggolongkan barang ke dalam suatu kontinum seperti dimensi,
ukuran, berat, kecepatan, dan kekuatan.
terima kasih informasinya sangat bermanfaat... ;)
BalasHapus